.. Powered by Blogger.
RSS

Amal Makruf Nahi Mungkar

Amar makruf dan nahi mungkar ( الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر)  bermaksud "mendekati perkara-perkara yang baik dan menjauhkan perkara-perkara yang tidak baik".



Firman Allah:
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan dan melarang daripada berbuat kejahatan dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” (at-Taubah: 71)
Surah Ali Imran ayat 104:

          “Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada
           kebajikan (mengembangkan Islam) dan menyuruh berbuat segala perkara yang 
           baik, serta melarang daripada segala yang salah (buruk dan keji) dan mereka
           yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya.”

Orang Islam dituntut untuk menyampaikan kebenaran dan melarang perkara-perkara yang tidak
baik (mungkar). 
Hadis Rasulullah 
          "Barang siapa di antara kamu menjumpai kemunkaran maka hendaklah ia rubah
          dengan tangan (kekuasaan)nya, apabila tidak mampu hendaklah dengan lisannya,
          dan jika masih belum mampu hendaklah ia menolak dengan hatinya. Dan 
          (dengan hatinya) itu adalah selemah-lemahnya iman". (Hadis riwayat Muslim)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 comments:

Unknown said...

togel terpercaya
agen poker
nonton gratis

Post a Comment

Renungan

Dari Abu Hurayrah r.a., katanya: Bersabda Rasulullah Saw.: “Berfirman Allah Yang Maha Agung: Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku tentang Aku, dan Aku bersama-nya ketika ia menyebut Aku. Bila ia menyebut Aku dalam dirinya, Aku menyebut dia dalam Diri-Ku. Bila ia menyebut Aku dalam khalayak, Aku menyebut dia dalam khalayak yang lebih baik dari itu. Bila ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta. Bila ia mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa. Bila ia datang kepada-Ku berjalan kaki, Aku datang kepadanya berlari-lari.(Riwayat Bukhari, Muslim, Ibn Majah, At-Tirmidzi, Ibn Hanbal)